Senin, 13 April 2015

MENINGKATKAN IMAN KEPAD
MENINGKATKAN IMAN KEPADA MALAIKAT
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
“Studi Mata Pelajaran PAI”


Di Susun Oleh:
Sifa Ma’rifat (210312220)

Dosen Pengampu:
Erwin Yudi Prahara, M.Ag

TB.G/6
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
MARET 2015

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Dewasa ini pengetahuan tentang agama sedikit banyak mulai luntur dari kalangan umat islam sendiri, khusunya kaula muda. Mereka yang mengaku islam, justru kebanyakan tidak tahu mengenai ajaran ( syariat) islam, pedoman islam, asas-asas agama islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan islam. Hal semacam ini tentu membuat hati semakin miris. Apalagi kita yang notabene sebagai mahasiswa muslim yang sepatutnya mengenal agama lebih dalam sebagai pedoman hidup, malah tidak mengerti bahkan tidak perduli sama sekali terhadapnya.
Banyak sekali sebenarnya persoalan dalam islam yang memang seharusnya patut untuk kita ketahui sebagai umat islam. Berkaitan mengenai asasnya, agama islam memiliki dua asas yaitu, islam dan iman yang tertuang dalam lima rukun islam dan enam rukun iman. termasuk iman kepada malaikat Allah, disini pemakalah akan menyampaikan sedikit mengenai iman kepada malaikat

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari beriman kepada malaikat!
2.      Apa saja macam-macam malaikat dan tugas-tugasnya!
3.      Apa saja sifat yang dimiliki malaikat!
4.      Bagaimana cara beriman kepada malaikat!
5.      Bagaiman penerapan iman kepada malaikat dalam setiap perilkau!
6.      Apa hikmah dari beriman kepada malaikat!



1
 


PEMBAHASAN

A.    Pengertian Iman Kepada Malaikat
1.      Pengertian iman
Menurut bahasa iman artinya percaya atau yakin. Adapun menurut istilah iman artinya keyakinan yang dibenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan amal dan perbuatan.
2.      Pengertian malaikat
Menurut bahasa malaikat berasal dari kata مَلَكَ yang mempunyai jamak dari kata مَلَائِكَ yang artinya risalah atau menyampaikan pesan. Adapun menurut istilah malaikat artinya makhluk Allah swt. yang bersifat gaib yang diciptakan dari nur (cahaya) wujudnya tidak bisa dilihat, didengar, diraba, dirasakan, tidak duniawi, dan selalu tunduk dan patuh kepada Allah swt.
Iman kepada malaikat adalah bagian dari rukun iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya.[1]
B.     Macam-macam malaikat dan tugasnya
2
Malaikat bernmacam-macam, dan masing-masing mempunyai tugas khusus. Diantaranya adalah:[2]
1.      Malaikat yang ditugasi menyampaikan (membawa) wahyu Allah kepada para rasul-Nya. Ia adalah ar-Ruh al-Amin atau Jibril
2.      Malaikat yang diserahi utusan hujan dan pembagiannya menurut kehendak Allah. Ia adalah malaikat Mikail
3.      Malaikat yang diserahi terompet, yaitu Isrofil. Ia menuipnya sesuai perintah Allah dengan tiga kali tiupan, tiupan faza’ (ketakutan), tiupan sha’aq (kematian), dan tiupan ba’ts (kebangkitan)
4.      Malaikat yang ditugasi mencabut ruh, yakni malaikat maut dan rekan-rekannya. Yaitu malaikat Izrail
5.      Malaikat yang ditugasi berada disebelah kanan manusia dan mencatat amal baik manusia adalah malaikat Raqib.
6.      Malaikat yang ditugasi berada disebelah kiri manusia dan mencatat amal buruk manusia adalah malaikat Atid[3]
7.      Malaikat munkar dan malaikat nakir adalah menanyai manusia di alam barzakh (alam kubur). Alam barzakh merupakan alam gaib yang merupakan pembatas antara alam dunia dan alam akhirat
8.      Malaikat malik tugasnya menjaga neraka.
9.      Malaikat ridwan tugasnya menjaga surga.
C.    Sifat-sifat malaikat
Sifat-sifat malaikat Allah adalah sebagai berikut:
1.      Malaikat diciptakan dari nur (cahaya)[4]
Hadits riwayat Muslim
خُلِقَ الْمَلِكُ مِنْ نُوْرِ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ نَارِ
Artinya:“Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala.”
2.      Malaikat selalu bersujud kepada Allah
3.      Malaikat dapat berubah bentuk
4.      Malaikat tidak menyombongkan diri
5.      Malaikat selalu bertasbih kepada Allah
Allah swt berfirman:
tbqßsÎm7|¡ç Ÿ@ø©9$# u$pk¨]9$#ur Ÿw tbrçŽäIøÿtƒ ÇËÉÈ  
Artinya:”Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (Q.S. al-Anbiya’: 20)
6.      Malaikat selau memberi salam kepada ahli surga
7.      Malaikat memohonkan ampun kepada orang yang beriman
8.      Hamba Allah yang dimuliakan, tidak pernah durhaka, tidak pernah maksiat, tidak pernah menentang perintah Allah swt
9.      Malaikat tidak berjenis kelamin
10.  Malaikat tidak makan dan tidak minum
D.    Cara beriman kepada malaikat
Allah menciptakan makhluknya ada dua macam, yaitu makhluk nyata (seperti: manusia, tumbuhan, binatang) dan makhluk ghaib (seperti: jin, malaikat, iblis, setan). Oleh karena itu, cara kita beriman kepada malaikat adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang bersifat gaib, sebagai utusan Allah dan yang menjalankan perintah-Nya.[5] Allah menjadikan Iman ini sebagai aqidah seorang mukmin, allah mewajibkan percaya kepada hal-hal tersebut dan mengafirkan orang-orang yang mengingkarinya
Rasulullah menjadikan iman itu adalah dengan mempercayai rukun Iman. Sedangkan rukun Iman kepada malaikat adalah sebagian dari iman tersebut. Keberadaan malaikat ditetapkan berdasarkan dalil-dalil yang pasti sehingga mengingkarinya adalah kufur berdasarkan ijma’ umat islam, karena ingkar kepada mereka berarti menyalahi kebenaran al-Qur’an dan as-Sunnah.[6]ciri-ciri orang yang beriman kepada malaikat sebagai berikut:
1.      Memercayai atau meyakini dalam hati bahwa malaikat adalah makhluk gaib yang lebih dulu diciptakan Allah daripada manusia.
2.      Memercayai atau meyakini dalam hati bahwa para malaikat itu bersifat tubuh halus (gaib), selalu taat terhadap perintah Allah, dan tak pernah durhaka kepada-Nya
3.      Memercayai atau meyakini dalam hati bahwa tugas para malaikat itu bermacam-macam, baik kaitannya dalam alam rohani atau alam dunia, khususnya umat manusia
4.      Meyakini atau memercayai dalam hati bahwa orang beriman dan beramalsaleh itu kedudukannya lebih tinggi daripada malaikat
5.      Pernyataan lisan, yaitu percaya adanya malaikat dan sifat-sifat dengan caramempelajari Alquran dan Hadits.
6.      Melakukan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan iman kepada malaikat[7]
E.     Penerapan iman kepada malaikat dalam setiap perilaku
Adapun penerapan sikap dan perilaku yang mencerminkan beriman kepada malaikat ialah sebagai berikut :
1.      Membiasakan dan senang sekali melakukan kegiatan amal saleh, disiplin dan patuh kepada ajaran Islam
2.      Bekerja keras (berjihad) dan tidak khawatir, karena yakin akan perlindungan Allah SWT
3.      Memurnikan ajaran Islam dengan memantapkan tauhid dalam jiwa, dan menjauhi mempercayai takhayul dan mistik.
4.      Menjauhi dan mencegah perbuatan-perbuatan tercela yang tidak diridlai Allah SWT.
5.      Waspada dan mawas diri karena merasakan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasinya.
6.      Jujur dan meyakini bahwa kelak akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya yang baik dan buruk.[8]
F.     Hikmah beriman kepada malaikat
Iman kepada malaikat adalah slaha satu dari arkanul iman yang tidak boleh sedikitpun bercampur dengan keraguan. Iman kepada malaikat termasuk pengertian “al-birru” (kebajikan) sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah swt:
£`Å3»s9ur §ŽÉ9ø9$# ô`tB z`tB#uä «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# Ïpx6Í´¯»n=yJø9$#ur   ...
Artinya:”Tetapi yang disebut kebajikan adalah orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta Malaikat...” (Q.S. Al-Baqarah: 177)
Dengan beriman kepada malaikat sesorang akan:
1.      Lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah swt yang menciptakan dan menugaskan para Malaikta tersebut
2.      Lebih bersyukur kepada Allah swt atas perhatian dan perlindungan-Nya dengan menugaskan para malaikat untuk menjaga, membantu, mendoakan hamba-hamba-Nya
3.      Berusah berhubungan dengan para malaikat dengan jalan mensucikan jiwa, membersihkan hati dan meningkatkan ibadah kepada Allah swt, sehingga seseorang akan sangat beruntung bila termasuk golongan yang didoakan oleh para malaikat, sebab doa malaikat tidak pernah ditolak Tuhan
4.      Berusaha selalu berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan serta ingat senantiasa kepada Allah bswt, sebab, para malaikat selalu mencatat dan mengawasi amal perbuatan manusia[9]


















PENUTUP
KESIMPULAN

Iman kepada malaikat adalah bagian dari rukun iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya
Keberadaan malaikat ditetapkan berdasarkan dalil-dalil yang pasti sehingga mengingkarinya adalah kufur berdasarkan ijma’ umat islam, karena ingkar kepada mereka berarti menyalahi kebenaran al-Qur’an dan as-Sunnah            Adapun penerapan sikap dan perilaku yang mencerminkan beriman kepada malaikat ialah sebagai berikut :
1.      Membiasakan dan senang sekali melakukan kegiatan amal saleh, disiplin dan patuh kepada ajaran Islam
2.      Bekerja keras (berjihad) dan tidak khawatir, karena yakin akan perlindungan Allah SWT
3.      Memurnikan ajaran Islam dengan memantapkan tauhid dalam jiwa, dan menjauhi mempercayai takhayul dan mistik.
4.      Menjauhi dan mencegah perbuatan-perbuatan tercela yang tidak diridlai Allah SWT.
5.      Waspada dan mawas diri karena merasakan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasinya.
6.      Jujur dan meyakini bahwa kelak akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya yang baik dan buruk


8
 


DAFTAR PUSTAKA

Chakim, Lukman dan Sholehudin. Akidah Akhlaq. Jakarta: Kementrian Agama Republik Indonesia. 2014
Erwita dkk. Akidah Akhlaq. Solo: Putra Kertonatan. 2014
Ilyas, Yunahar. Kuliah Aqidah Islam. Yogyakarta: LPII. 1993
Tim Ahli Ilmu Tauhid. At-Tauhid Lish-Shafith Tsani Al-’Ali. terj Agus Hasan Bashori. Jakarta: Darul Haq. 2006



           [1] Lukman Hakim dan Sholehudin, Akidah Akhlaq (Jakarta: Kementrian Agama Republik Indonesia, 2014), 83
[2] Erwita dkk, Akidah Akhlaq (Solo: Putra Kertonatan, 2014), 27
            [3]Tim Ahli Ilmu Tauhid, At-Tauhid Lish-Shafith Tsani Al-’Ali, terj Agus Hasan Bashori (Jakarta: Darul Haq, 2006),  53-55
[4] Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam (Yogyakarta: LPII, 1993), 81
[5] Erwita, Akidah Akhlaq, 21-22
[6] Tim Ahli Ilmu Tauhid, At-Tauhid Lish-Shafith Tsani Al-’Ali, 52
          [7] http://rizkyarlin.blogspot.com/2013/08/tanda-tanda-beriman-kepada-malaikat.html. diakses pada tanggal 16 maret 2015 pukul 10:03
[9] Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam, 92

Tidak ada komentar:

Posting Komentar